Selasa, 12 November 2013

KEWAJIBAN MERENUNGKAN CIPTAAN ALLAH



KEWAJIBAN MERENUNGKAN
CIPTAAN ALLAH

Dalam hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:


عن عطاء قال:" دخلت أنا وعبيد بن عمير على عائشة رضي الله عنها، فقال عبد الله ابن عمير: حدثينا بأعجب شيء رأيتيه من رسول الله صلى الله عليه وسلم. فبكت، وقالت: " قام ليلة من الليالي فقال: يا عائشة ذريني أتعبد لربي، قالت: قلت: والله إني لأحب قربك، وأحب ما يسرك، قالت: فقام فتطهر، ثم قام يصلي، فلم يزل يبكي حتى بل حجره، ثم بكى. فلم يزل يبكي حتى بل الأرض، وجاء بلال يؤذن بالصلاة، فلما رآه يبكي قال: يا رسول الله تبكي وقد غفر الله لك ما تقدم من ذنبك وما تأخر؟ قال: أفلا أكون عبدا شكورا؟ لَقَدْ نَزَلَتْ عَلىَّ اللَّيْلَةَ اَيَاتُ وَيْلٍ لِمَنْ قَرَاَهَا وَلَمْ يَتَفَكَّرْفِيْهَا: اِنَّ فِىْ خَلْقِ السَّمٰوَاتِ وَاْلاَرْضِ اَلاْيَةَ .
Artinya: 

Dari Atha’ rahimahullah menceritakan:

“Saya dan Ubaid bin Umair menghadap Aisyah Radhiyallahu Anha. Ubaid berkata: “Berilah kami cerita (hadits) yang paling berkenan di hatimu. Aisyah menangis tersedu, lalu berkata:
 
“Pada suatu malam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bangun, beliau berkata kepadaku: “Wahai Aisyah, tinggalkanlah aku untuk beribadah kepada Tuhanku.” Aisyah berkata: “Saya berkata, “Sesungguhnya saya ingin selalu di sampingmu, Rasul dan senang dengan apa yang membuatmu bahagia.” 

Aisyah melanjutkan: “Kemudian Nabi bangkit untuk bersuci dan melakukan shalat. Beliau tidak henti-hentinya menangis sehingga panguannya basah oleh air matanya. 

Kemudian datanglah Bilal memberitahukan bahwa waktu shalat -subuh- telah tiba. Tatkala melihat beliau menangis, Bilal bertanya, “Wahai Rasul, mengapa Engaku menangis, bukankah Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?”
 
Beliau menjawab, “Apakah saya tidak senang menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur? Tadi malam ada beberapa ayat yang turun. Sungguh celaka mereka yang membacanya tetapi tidak merenungkan. Yaitu: “Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi…” 

Hadits ini diriwayatkan oleh Abusy-Syaikh Ibnu Hibban di dalam kitabnya Ahlaqun Nabi (200 – 2001) dan Ibnu Hibban di dalam kitab shahihnya (“Mawarid”, 523), di shahihkan oleh imam ibnu Hibban, Syeikh Al-Albani, dll. (Ash-Shahihah: 68).
--------------------
Faedah Hadits:
.
1.     Hadits diatas menunjukkan fadhilah / keutamaan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, beliau sesorang yang paling takut kepada Rabb-Nya, banyak ibadahnya (seperti shalat malam, dll) padahal beliau Telah diampuni dosa-dosanya baik dosa-dosa yang telah lalu maupun yang akan datang, dan hal tersebut menunjukkan bawa beliau “Kamalul Basyar” (manusia yang sempurna).

2.     Hadits diatas menunjukkan bahwa Qiyamul lail dilakukan setelah tidur malam.
 .
Dalam hadits yang lain:
" كان ينام أول الليل، ويحي آخره ... ". أخرجه مسلم (2 / 167)
Artinya:
“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidur di permulaan malam dan menghidupkan qiyamullail di akhir malamnya.” (HR Muslim (2/167))
.
3.     Tafakkur / memikirkan terhadap  Ciptaan Allah sangat di perlukan, agar mengetahui keagungan ciptaan Allah, dan Rasa Syukur kepada Allah, disamping  juga dengan mendalami agama islam secara kaffah.
 .
Dalil-Dalil Tentang Tafakkur:
 .
Dalil pertama:
 .
Allah Ta’ala berfirman:
 .
يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ ٱلْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

.
Artinya:
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir”, (QS. Al-Baqarah [2] : 219)
.
Dalil kedua:
.
Allah Ta’ala berfirman:
.
أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَن تَكُونَ لَهُۥ جَنَّةٌ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ لَهُۥ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ وَأَصَابَهُ ٱلْكِبَرُ وَلَهُۥ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَآءُ فَأَصَابَهَآ إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَٱحْتَرَقَتْ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ
.
Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya. (QS. Al-Baqarah [2] : 266)
.
Dalil ketiga:
.
Allah Ta’ala berfirman:
.
قُل لَّآ أَقُولُ لَكُمْ عِندِى خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ وَلَآ أَقُولُ لَكُمْ إِنِّى مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ
“Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?" (QS. Al-An'am: 50)

Referensi:
"Kitab "Shahih" Karya ibnu Hibban,
"Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah" Karya Syeikh Nasiruddin Al-Albani,   
"Akhlaqun Nabi" Karya Abu Syeikh bin Hayyan, dll

(Lilik I (Abu Utsman))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar