Selasa, 24 September 2013

Ingat.. Tunaikanlah Amanah.. Penting



 KEWAJIBAN MENUNAIKAN AMANAH


            Sesuguhnya Allah Ta’ala mewajibkan kepada orang-orang yang beriman untuk menunaikan amanah dan larangan berkhianat .

Allah juga berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (27)

yang artinya :”Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan juga janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu sedangkan kamu mengetahui” [Al-Anfal : 27]

Ibnu Katsir berkata, “Dan khianat mencakup dosa-dosa kecil dan besar yang lazim yang tidak terkait dengan orang lain dan yang terkait dengan orang lain.

Berkata Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas rahimahullah mengenai tafsir ayat ini, “Dan kalian mengkhianati amanah-amanah kalian”. Amanah adalah ama-amal yang diamanahakan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya, yaitu perintah-perintahNya yang wajib, Allah berfirman yang artinya : “Janganlah kamu mengkhianati” maksudnya : janganlah kamu merusaknya”.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا (58)

yang artinya:” Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil.”. [QS.An-Nisa : 58]

Ibnu Katsir berkata dalam tafsir ayat ini, “Allah Ta’ala memberitakan bahwasanya ia memerintahkan untuk menunaikan amanah - amanah kepada ahlinya.

Diriwayatkan dari  Abu Hurairah, ia berkata,Rasulullah telah bersabda:

" أد الأمانة إلى من ائتمنك ، و لا تخن من خانك " .

 Tunaikanlah amanah kepada orang yang memberi amanah kepadamu, dan janganlah kamu mengkhianati orang yang mengkhianatimu” [Hadits Hasan, Diriwayatkan oleh Abu Dawud 3535 dan At-Tirmidzi 1264, ia berkata, “ini adalah hadits hasan gharib”. Lihatlah, As-Silsilah Ash-Shahihah oleh Al-Albani 424]

Dan ini mencakup semua bentuk amanah yang wajib atas manusia mulai dari hak-hak Allah Ta’ala atas hamba-hamba-Nya seperti : shalat, zakat, puasa, kaffarat, nazar-nazar dan lain sebagainya.

Dan firman-Nya :

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا (72)

yang Artinya : “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh” [QS.Al-Ahzab : 72]

Allah Ta’ala berfirman :

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (8)

artinya :” Dan orang-orang yang memelihara amanah - amanah (yang dipikulnya) dan janji-janji” [QS.Al-Mukminun : 8]

Ibnu Katsir berkata, “Yaitu  apabila mereka diberi kepercayaan mereka tidak berkhianat, dan apabila berjanji mereka tidak mengingkari, ini adalah sifat-sifat orang mukminin dan lawannya adalah sifat-sifat munafikin,

sebagaimana dalam hadis yang shahih dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,

آية المنافق ثلاث إذا حدث كذب وإذا وعد أخلف وإذا ائتمن خان

Tanda seorang munafik ada tiga : apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia memungkiri, dan apabila diberi amanah ia berkhianat” [Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim]


Dari Abu Hurairah rahimahullah ia berkata, “Ketika Nabi di suatu majelis berbicara kepada orang-orang, datanglah seorang Arab badui lantas berkata. ”Kapan terjadinya Kiamat? Rasulullah terus berbicara, sebagian orang berkata, ‘Beliau mendengar apa yang dikatakannya dan beliau membencinya’, sebagian lain mengatakan, ‘Bahkan ia tidak mendengar’, sehingga tatkala beliau menyelesaikan pembicaraannya beliau berkata, “Mana orang yang bertanya tentang hari Kiamat?” Ia berkata, ‘Ini aku wahai Rasulullah’, Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam bersabda: “Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah hari Kiamat”. Ia bertanya lagi, ‘Bagaimana menyia-nyiakannya?’ Beliau menjawab,

 ( إذا وسد الأمر إلى غير أهله فانتظر الساعة )

Apabila diserahkan urusan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah hari Kiamat” [HR.Al-Bukhari]

3. PEGAWAI YANG MENUNAIKAN PEKERJAANNYA DENGAN IKHLAS MENDAPAT BALASAN DI DUNIA DAN AKHIRAT

Apabila seorang pegawai menunaikan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh mengharapkan pahala dari Allah, maka ia telah menunaikan kewajibannya dan berhak mendapatkan balasan atas pekerjaannya di dunia dan beruntung dengan pahala di kampung akhirat. Banyak dalil baik dari Al-Qur’an maupun Al-hadits yang menunjukkan bahwasanya seseorang tidak akan mendapatkan pahala dan ganjaran dari Allah Ta’ala kecuali dengan ikhlas dan mengharapkan wajah-Nya.

Allah Ta’ala berfirman :

لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا (114)

artinya : “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepada-Nya pahala yang besar” [An-Nisa : 114]

Diriwayatkan dari Abu Mas’ud bahwasanya Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

( إذا أنفق الرجل على أهله يحتسبها فهو له صدقة )

Apabila seseorang menafkahkan untuk keluarganya dengan ikhlas maka itu baginya adalah sedekah”.(HR.Bukhari dan Muslim)

Dalil-dalil  ini menunjukkan bahwa seorang muslim apabila ia menunaikan kewajibannya terhadap sesama hamba maka terlepaslah tanggungjawabnya dan bahwasanya ia hanya akan mendapatkan balasan dan pahala dengan ikhlas dan mengharapkan wajah Allah Ta’ala.

4. MENJAGA JAM KERJA UNTUK KEPENTINGAN PEKERJAAN

Wajib atas setiap pegawai dan pekerja untuk menggunakan waktu yang telah dikhususkan bekerja pada pekerjaan yang telah dikhususkan untuknya.
Tidak boleh ia menggunakannya pada perkara-perkara lain selain pekerjaan yang wajib ditunaikannya pada waktu tersebut.

Dan tidak boleh ia menggunakan waktu itu atau sebagian darinya untuk kepentingan pribadinya, atau kepentingan orang lain apabila tidak ada kaitannya dengan pekerjaan ; karena jam kerja bukanlah milik pegawai atau pekerja, akan tetapi untuk kepentingan pekerjaan yang ia mengambil upah dengannya.

Syaikh Al-Mu’ammar bin Ali Al-Baghdadi (507H) telah menasihati Perdana Menteri Nizhamul Muluk dengan nasihat yang dalam dan berfedah.
Di antara nasihatnya, “Maka hiudpkanlah kuburanmu sebagaimana engkau menghidupkan istanamu”
.

Dan sebagaimana seseorang ingin mengambil upahnya dengan sempurna serta tidak ingin dikurangi bagiannya sedikitpun, maka hendaklah ia tidak mengurangi sedikitpun dari jam kerjanya untuk sesuatu yang bukan kepentingan kerja.

Allah Ta’ala telah mencela Al-Muthaffifin (orang-orang yang curang) dalam timbangan, yang menuntut hak mereka dengan sempurna dan mengurangi hak-hak orang lain.

Allah Ta’ala berfirman:

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (1) الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ (2) وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ (3) أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ (4) لِيَوْمٍ عَظِيمٍ (5) يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ (6)

Yang artinya : Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. Yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar. Yaitu hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam” [Al-Muthaffifin : 1-6]

Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat memikul amanah  dan menunaikannya.

[Maraji': Kaifa Yuaddi Al-Muwazhzhaf Al- amanah" Karya Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar