Minggu, 13 Oktober 2013

INILAH DALIL TENTANG ADANYA SIKSA KUBUR

Sebuah Kepastian Adanya Adzab Kubur.

Adzab kubur merupakan kepastian dan kebenaran mutlak yang tidak boleh didustakan. Telah datang dalil dari Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Ijma yang menerangkannya:

DALIL AL-QUR'AN

1. Firman Allah ta’ala:

وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ (45) النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

“Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk (adzab kubur). Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang. Pada hari terjadinya kiamat (dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras (adzab neraka)”. [QS Al Mu`min: 45-46]

Ayat ini menunjukkan bahwasanya Fir’aun dan kaumnya sebelum tibanya hari kiamat, mereka telah mendapatkan siksaan terlebih dahulu di dalam kubur mereka.

Al Qurtubhi –rahimahullah- mengatakan :

“Sebagian ulama berdalil dengan ayat ini tentang adanya adzab kubur. ... Pendapat inilah yang dipilih oleh Mujahid, ‘Ikrimah, Maqotil, Muhammad bin Ka’ab. Mereka semua mengatakan bahwa ayat ini menunjukkan adanya siksa kubur di dunia.” (Al Jaami’ Li Ahkamil Qur’an, 15/319)

Asy Syaukani –rahimahullah- mengatakan :

“Yang dimaksud dengan potongan dalam ayat tersebut adalah siksaan di alam barzakh (alam kubur). ” (Fathul Qodir, 4/705)

 
DALIL HADITS :

1. Hadits Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم berdoa di dalam shalatnya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

“Ya Allah, sesungguhnya saya berlindung kepada-Mu dari azab kubur, saya berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masih Ad Dajjal, saya berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah, sesungguhnya saya berlindung kepada-Mu dari dosa dan hutang.” [HR Al Bukhari (832) dan Muslim (589)]

2. Dari Hani pembantu Utsman bin Affan yang berkata:

كَانَ عُثْمَانُ إِذَا وَقَفَ عَلَى قَبْرٍ بَكَى حَتَّى يَبُلَّ لِحْيَتَهُ فَقِيلَ لَهُ تُذْكَرُ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ فَلاَ تَبْكِى وَتَبْكِى مِنْ هَذَا، فَقَالَ: إِنَّ رَسُولَ الله -صلى الله عليه وسلم- قَالَ: «إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الآخِرَةِ فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ ». قَالَ: وَقَالَ رَسُولُ الله -صلى الله عليه وسلم-: «مَا رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلاَّ وَالْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ ».

“Dulu Utsman jika berdiri di kuburan, beliau menangis hingga membasahi jenggot beliau. Maka dikatakan pada beliau: “Anda jika disebutkan Jannah dan neraka tidak menangis, tapi kenapa Anda menangis karena kuburan?” maka beliau menjawab: “Sesungguhnya Rosululloh صلى الله عليه وسلم pernah bersabda:

“Sesungguhnya kuburan adalah persinggahan pertama di akhirat. Jika dia selamat darinya, maka apa yang setelahnya lebih mudah darinya. Tapi jika tidak selamat darinya, maka apa yang setelahnya lebih keras daripadanya.” Rosululloh صلى الله عليه وسلم juga bersabda:  

“Tidaklah aku melihat suatu pemandangan satupun kecuali dalam keadaan kuburan itu lebih mengerikan daripadanya.” (Hasan, HR. At Tirmidziy (2478/Ahwadzi), dan dihasankan oleh Al Imam Al Albaniy رحمه الله dalam “Misykatul Mashobih” no. (132), dan Al Imam Al Wadi’iy رحمه الله dalam “Ash Shohihul Musnad” no. (909)).

3.   Ibnu Umar رحمه الله berkata:

… فجاء فتى من الأنصار فسلم على رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم جلس فقال: يا رسول الله أي المؤمنين أفضل؟ قال: «أحسنهم خلقا» قال: فأي المؤمنين أكيس؟ قال: «أكثرهم للموت ذكراً، وأحسنهم له استعداداً قبل أن ينزل بهم، أولئك من الأكياس»

“… lalu datanglah anak muda dari Anshor, lalu dia mengucapkan salam pada Rosululloh صلى الله عليه وسلم , lalu duduk seraya berkata: “Wahai Rosululloh, siapakah mukmin yang paling utama?” beliau menjawab: “Yang paling bagus di antara mereka akhlaqnya.” Dia bertanya lagi: 

“Wahai Rosululloh, siapakah manusia yang paling cerdas?” beliau menjawab: “Orang yang paling banyak mengingat kematian, dan paling bagus persiapan untuk itu sebelum kematian itu turun pada mereka. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.”.
  
(Hasan, HR. Al Hakim dalam “Al Mustadrok “8688) dan yang lainnya. Al Imam Al Albaniy رحمه الله berkata dalam “Ash shohihah” (1384): “Maka hadits ini hasan dengan kumpulan jalan-jalannya.” Dan dihasankan juga oleh Al Imam Al Wadi’iy رحمه الله dalam “Al Jami’ush Shohih Fil Qodar” (hal. 431)

4.  Dari Abu Sa’id Al Khudriy رضي الله عنه yang berkata: Dulu Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

«إذا وضعت الجنازة فاحتملها الرجال على أعناقهم فإن كانت صالحة قالت: قدموني، وإن كانت غير صالحة قالت: لأهلها يا ويلها أين يذهبون بها؟ يسمع صوتها كل شيء إلا الإنسان، ولو سمع الإنسان لصعق» . (أخرجه البخاري (1316)).

“Jika jenazah diletakkan (di kerandanya) lalu dipikul oleh orang-orang di leher-leher mereka, jika mayit tadi adalah orang sholih, maka dia akan berkata: “Segerakanlah aku.” Tapi jika mayit tadi bukan orang sholih (orang fasik), maka dia akan berkata pada keluarganya: 

“Aduh, celaka saya (mayit itu sendiri), kemanakah mereka akan membawa saya?” Ucapan ini didengar oleh segala sesuatu kecuali Manusia, seandainya manusia mendengarnya pastilah dia akan pingsan.” (HR. Al Bukhoriy (1316)).


DALIL IJMA' :

Para ulama Salaf telah bersepakat menetapkan adanya adzab kubur. Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Adzab kubur itu haq, tidaklah diingkari kecuali oleh orang yang sesat dan menyesatkan.”[Thobaqot al-Hanabilah 1/62].

Imam Abul Hasan al-Asy’ari berkata: “Mereka (Ahlus Sunnah) telah bersepakat bahwa adzab kubur itu haq.” [Ar-Risalah Ila Ahli Saghor hlm.159]. Imam Ibnu Abdil Barr berkata: “Tidak ada perselisihan antara Ahlu Sunnah tentang Iman adanya adzab kubur.”[At-Tamhid 9/230].

BUKTI REALITA:

Dan Ibnul Farisiy Al Laits, sahabat Abul Faroj ibnul Jauziy dalam “Tarikh” beliau menyebutkan:

أنه في سنة تسعين وخمسمائة وجد ميت ببغداد بظاهر باب البصرة وقد بلي، ولم يبق غير عظامه وفي يديه ورجليه ضباب حديد وضرب فيها مسماران أحدهما في سرته والآخر في جبهته، وكان هائل الخلقة غليظ العظام. وكان سبب ظهروه زيادة الماء كشف تلا كان يعرف بالتل الأحمر على ميلين من سور باب البصرة القديم.

“Bahwasanya pada tahun limaratus sembilan puluh ditemukan ada mayat di Baghdad di atas pintu Bashroh dalam keadaan telah rapuh, tidak tersisa kecuali tulang-tulangnya, dan di kedua tangannya dan kedua kakinya ada besi pemukul yang lebar. Di badannya ada dua paku, salah satunya ada di pusarnya, yang satunya lagi ada di dahinya. Bentuk badannya menakutkan, tulangnya tebal. 

Sebab munculnya jenazahnya tersebut adalah meluapnya air yang menyingkapkan dataran tinggi yang dikenal sebagai “At Tillul Ahmar” (dataran tinggi Merah) yang berjarak dua mil dari dinding pintu Bashroh yang lama.” (“Ahwalul Qubur”/karya Ibnu Rojab/hal. 109).
[Lilik i (Abu Utsman)]

1 komentar:

  1. Assalam..nk tanya utk kepastian..jika ada siksa kubur, sapekah yg di siksa? Roh akan kembali ke Allah, jasad binasa dikubur..dn ada pendapat yg mengatakan ada roh yg tergantung d sebbkn hutang..bila masa pulak akan di soal dan di seksa d kuburan?

    BalasHapus