BENDERA SYETAN ADA YANG DI TANCAPKAN DI PASAR
.
1. Bolehnya Berjualan Di Pasar-Pasar
.
Pasar menjadi sumber rezeki, tempat perdagangan, dan menjadi tempat
kebutuhan masyarakat. Dengan adanya pasar, mereka akan lebih mudah memperoleh
barang dan jasa kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.
.
Karena begitu urgennya peran pasar bagi kehidupan manusia, Rasulullah
shallallahu
'alaihi wasallam juga beraktifitas di pasar untuk memenuhi kebutuhan
hariannya dan bekerja. Dan karena aktifitas manusiawi inilah, kaum kuffar
menjadikannya sebagai alasan untuk menentang dan mendustakan risalah Nabi
shallallahu
'alaihi wasallam.
.
وَقَالُوا
مَالِ هَذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ لَوْلَا
أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُ نَذِيرًا
.
“
Dan mereka berkata: "Mengapa rasul ini memakan makanan dan
berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat
agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?” (QS.
Al-Furqan: 7)
.
2. Meskipun Boleh Berjualan Tapi Jangan Lupakan Shalat
dan Urusan Akhirat:
.
Meskipun dibolehkan beraktivitas jual beli di pasar, Namun jangan sampai
aktivitas tersebut melalaikan urusan akhirat seperti Shalat lima waktu,
dzikir, shalat jum’at, dll.
.
Inilah orang-orang gambaran yang tidak lalai dari mengingat Allah, yaitu
orang-orang yang mencari rezeki (jual beli / berdangang), namun mereka tidak
melalaikan dzikir kepada Allah, tidak melalaikan shalat lima waktu, zakat, dll.
Maka orang-orang seperti ini digolongkan ke dalam rombongan orang-orang yang
beruntung.
.
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
.
رِجَالٌ لا
تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلاةِ
وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ
وَالأَبْصَارُ} [النور:36 - 37]
.
“
Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh
jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, Mereka
takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (yaitu hari
kiyamat).” (QS. Al-Nuur: 37).”
.
Disunnahkan berzikir kepada Allah di pasar disaat ada waktu-waktu luang,
karena pasar tempat yang melalaikan dari zikrullah dan sibuk dengan dengan
perdagangan. Sedangkan berzikir di tengah-tengah orang lalai laksana pohon
hijau yang tumbuh di antara pohon-pohon yang kering. (Disebutkan oleh Ibnu
Taimiyah dalam Fatawanya).
.
3. Pasar Juga Tempat Medan Pertempuran Syetan dan
Tempat Ditancapkannya Bendera Syetan
.
Sesungguhnya pasar merupakan medan perangnya setan dan tempat ditancapkan
bendera kebesarannya, meskipun bendera syetan tersebut tidak Nampak / gho’ib,
namun keberadaannya benar-benar ada, hal itu karena berdasarkan hadits Nabi
Shallallahu Alaihi Wasallam. Hal ini bisa ketahui karena adanya Hadits Shahih
yang di sampaikan oleh Rasulullah dan Sahabat Salman Al-Farisi.
.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
.
عَنْ سَلْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا تَكُونَنَّ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَوَّلَ
مَنْ يَدْخُلُ السُّوقَ وَلَا آخِرَ مَنْ يَخْرُجُ مِنْهَا فَإِنَّهَا مَعْرَكَةُ
الشَّيْطَانِ وَبِهَا يَنْصُبُ رَايَتَهُ»
Artinya:
“Jika engkau bisa, janganlah
menjadi orang yang pertama masuk pasar dan terakhir keluar darinya. Karena
pasar merupakan medan pertempuran syetan dan di sanalah ia menancapkan
benderanya.” (Shahih, HR. Imam Al-Bazzar dalam Musnadnya (2541), dan
Al-Burqani dalam Kitab Shahihnya).
--
Dalam hadits mauquf, yang berasal dari perkata’an Salman Al-Farisi, ia
berkata:
.
لَا
تَكُونَنَّ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَوَّلَ مَنْ يَدْخُلُ السُّوقَ وَلَا آخِرَ مَنْ
يَخْرُجُ مِنْهَا فَإِنَّهَا مَعْرَكَةُ الشَّيْطَانِ وَبِهَا يَنْصِبُ رَايَتَهُ
.
“Jika engkau bisa, janganlah menjadi orang yang pertama masuk pasar dan
terakhir keluar darinya. Karena pasar merupakan medan pertempuran syetan dan di
sanalah ia menancapkan benderanya.” (Shahih, HR. Muslim (2451))
.
Diserupakannya pasar dan aktifitas setan yang menggoda penghuninya dengan
perang, karena banyaknya kebatilan yang terjadi di sana, misalnya: berbuat
curang, penipuan, dusta, sumpah palsu, akad batil, menjual sesuatu yang sudah
dipesan orang lain, membeli barang yang sudah ditawar orang lain, mengurangi
takaran dan timbangan, ikhtilath, dan kebatilan lainnya.
.
Sedangkan maksud ditancapkan bendera setan di pasar adalah menunjukkan bahwa
setan benar-benar bercokol di sana. Di sana, tentara-tentara setan berkumpul
untuk menebarkan perselisihan di antara manusia dan menjerumuskan mereka kepada
perbuatan-perbuatan buruk di atas dan semisalnya.
.
Maka dari sini, pasar adalah tempatnya setan dan tempat bala tentaranya.
Sehingga kebanyakan para penghuni pasar dikuasai kelalaian. Oleh sebab itu,
pasar menjadi tempat yang paling dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
.
4. Selain Medan Pertempuran Syetan, Pasar Juga Tempat Yang Dibenci
Allah:
.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda:
.
أَحَبُّ
الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ
أَسْوَاقُهَا
.
"Bagian negeri yang paling disenangi Allah adalah masjid-masjidnya
dan bagian negeri yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.” “
(HR.
Muslim (671))
.
Hal ini karena pasar dipakai untuk Tempat beraktivitas masalah keduniaan
semata, berbeda dengan Masjid yang dipakai untuk aktivitas ibadah dan kajian
ilmu agama.
.
5. Ada Sebuah Amalan Utama Sebelum Masuk Pasar,
Amalan Ini Sangat Cocok Untuk Orang Yang Pergi Ke Pasar
.
Maka dari itu kita dianjurkan untuk mengucapkan amalan berikut ini sebelum
masuk pasar, jika diamalkan tentu akan menjadi ladang pahala yang besar
baginya.
.
Inilah bacaanya:
.
"لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ
الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ
الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ"
.
((La ilaha illallahu Wahdahu La Syarikalah, Lahul Mulku Walahul Hamdu Yuhyi
Wayumitu, Wahuwa Hayyun La Yamutu Biyadihil Khoiru, Wahuwa Ala Kulli Syai’in
Qadir))”
Do’a diatas berdasarkan hadits berikut ini:
Dari Umar bin al-Khathab
radhiyallahu 'anhu, Rasulullah
shallallahu
'alaihi wasallam bersabda:
.
مَنْ دَخَلَ
السُّوقَ فَقَالَ "لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ
الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ
الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ" كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ
أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ
أَلْفِ دَرَجَةٍ
.
“
Barangsiapa masuk pasar lalu ia mengucapkan, “Tidak ada Tuhan (yang
berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan,
bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah
Yang Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Maha Kuasa
atas segala sesuatu,” niscaya Allah menuliskan baginya sejuta kebaikan dan
menghapuskan darinya sejuta kejelekan serta mengangkat derajatnya hingga sejuta
derajat”."
.
(Hasan, HR. At-Tirmidzi no. 3350, Ibnu Majah no. 2226, Al-Hakim no.
1930. Syaikh Al-Albani
menyatakan, hadits tersebut hasan dalam
Shahih
al-Jami no. 6231,
Misykah al-Mashabih no. 2431,
Shahih
al-Targhib wa Tarhib no. 1694). Dalam riwayat Ahmad terdapat tambahan, “
Dan
Allah membangunkan baginya rumah di surga.”
.
Demikianlah yang bisa saya sampaikan, Semoga Allah memberikan kepada kita
kemudahankan untuk mengamalkan syari’at islam secara kaffah. Amiin !
Maraji’ Hadits:
“Tharghib Wat Tarhib” Karya Imam Al-Mundziri
“Hishnul Muslim” Karya Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, dll.
Penulis : Lilik I (Abu Utsman))